Kalkulator Biaya Produksi

Gunakan Kalkulator Biaya Produksi untuk menghitung
total biaya yang diperlukan dalam satu proses atau batch produksi,
mulai dari bahan baku, tenaga kerja langsung, kemasan, energi,
overhead, hingga biaya produksi lainnya.

Setelah jumlah produk yang dihasilkan dimasukkan, kalkulator akan
menghitung biaya produksi per unit sehingga Anda dapat
mengetahui berapa biaya yang sebenarnya diperlukan untuk menghasilkan
setiap produk.

Biaya produksi per unit belum tentu sama dengan modal jual.
Biaya penjualan, distribusi, iklan, fee marketplace, pajak, dan biaya lain
di luar proses produksi mungkin masih perlu diperhitungkan secara terpisah.



KALKULATOR GRATIS

Kalkulator Biaya Produksi

Hitung total biaya produksi dan biaya per unit berdasarkan
bahan baku, tenaga kerja, kemasan, energi, overhead,
dan biaya produksi lainnya.


Fokus pada biaya untuk menghasilkan produk.

Masukkan seluruh biaya dalam periode atau batch produksi yang sama,
lalu masukkan jumlah unit yang berhasil diproduksi.

1

Bahan Baku

Masukkan bahan yang digunakan dalam satu batch produksi.

Rp

2

Biaya Produksi Lainnya

Masukkan komponen biaya untuk batch produksi yang sama.

Rp


Upah tenaga kerja yang langsung berkaitan dengan proses produksi.

Rp


Plastik, botol, box, label, atau kemasan produk.

Rp


Listrik, gas, bahan bakar, atau energi yang digunakan untuk produksi.

Rp


Alokasi sewa ruang produksi, penyusutan alat, maintenance, atau overhead lainnya.

Rp


Gunakan untuk biaya produksi relevan yang belum termasuk kategori sebelumnya.

3

Jumlah Produksi

Masukkan jumlah unit produk yang dihasilkan dari biaya tersebut.

unit


Gunakan jumlah produk jadi yang benar-benar dihasilkan dari batch tersebut.


Harga Jual per Unit


Opsional — hanya untuk melihat selisih terhadap biaya produksi.

Rp



HASIL PERHITUNGAN

Analisis Biaya Produksi


BIAYA PRODUKSI PER UNIT


Rp0

Berdasarkan total biaya dan jumlah produk yang dihasilkan.


Total Biaya Bahan


Rp0


Tenaga Kerja


Rp0


Total Biaya Produksi


Rp0


Jumlah Produksi


0 unit

Rincian Bahan Baku

Rincian Biaya Produksi


Bahan Baku


Rp0


Tenaga Kerja


Rp0


Kemasan


Rp0


Listrik / Energi


Rp0


Overhead


Rp0


Biaya Produksi Lain


Rp0


Total Biaya Produksi


Rp0

Komposisi Biaya


Bahan Baku


0%


Tenaga Kerja


0%


Biaya Produksi Lainnya


0%

Informasi Harga Jual


Harga Jual / Unit


Rp0


Selisih / Unit


Rp0


Estimasi Selisih Total


Rp0


Rumus yang digunakan

Total Biaya Produksi =
Bahan Baku + Tenaga Kerja + Kemasan + Energi +
Overhead + Biaya Produksi Lain

Biaya Produksi per Unit =
Total Biaya Produksi ÷ Jumlah Unit yang Diproduksi


Catatan penting:

Biaya produksi per unit menunjukkan biaya untuk menghasilkan produk
berdasarkan komponen yang Anda masukkan. Angka tersebut belum tentu
merupakan total biaya menjual produk karena biaya pemasaran, fee
marketplace, distribusi, pajak, diskon, dan biaya penjualan lainnya
mungkin belum termasuk.


Apa Itu Biaya Produksi?

Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan
suatu produk. Komponennya dapat berbeda tergantung jenis usaha,
tetapi umumnya mencakup bahan baku, tenaga kerja langsung,
kemasan, energi, overhead produksi, dan biaya lain yang berkaitan
dengan proses produksi.

Dengan mengetahui total biaya produksi dan jumlah produk yang
dihasilkan, pelaku usaha dapat menghitung berapa biaya yang
diperlukan untuk menghasilkan setiap unit produk.

Rumus Biaya Produksi

Secara praktis, total biaya produksi dalam kalkulator dihitung dengan:


Total Biaya Produksi =
Bahan Baku + Tenaga Kerja + Kemasan + Energi +
Overhead + Biaya Produksi Lain

Setelah total biaya diketahui:


Biaya Produksi per Unit =
Total Biaya Produksi ÷ Jumlah Produk yang Dihasilkan

Cara Menggunakan Kalkulator Biaya Produksi

  1. Masukkan bahan baku yang digunakan beserta total biayanya.
  2. Gunakan tombol Tambah Bahan Baku jika terdapat
    lebih dari satu jenis bahan.
  3. Masukkan biaya tenaga kerja langsung.
  4. Tambahkan biaya kemasan, listrik atau energi, overhead,
    dan biaya produksi lainnya jika ada.
  5. Masukkan jumlah produk yang dihasilkan.
  6. Klik Hitung Biaya Produksi.

Kalkulator akan menjumlahkan seluruh komponen biaya dan membaginya
dengan jumlah produk untuk menghasilkan estimasi biaya produksi
per unit.

Apa Saja yang Termasuk Biaya Produksi?

Bahan Baku

Bahan baku merupakan bahan utama maupun bahan tambahan yang digunakan
untuk menghasilkan produk. Contohnya dapat berupa bahan makanan,
kain, kayu, komponen elektronik, bahan kimia, atau material lain
sesuai jenis usaha.

Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja langsung adalah biaya pekerja yang secara langsung
terlibat dalam menghasilkan produk, misalnya operator produksi,
penjahit, pekerja dapur, perakit, atau pekerja produksi lainnya.

Kemasan

Jika produk membutuhkan botol, plastik, box, label, pouch, atau
kemasan lain sebelum siap dipasarkan, biaya tersebut dapat dimasukkan
sebagai bagian dari biaya produksi.

Energi

Proses produksi dapat menggunakan listrik, gas, bahan bakar,
atau sumber energi lainnya. Jika biaya tersebut dapat diperkirakan
untuk satu batch produksi, masukkan pada bagian energi.

Overhead Produksi

Overhead dapat mencakup alokasi biaya seperti sewa ruang produksi,
pemeliharaan mesin, penyusutan peralatan, perlengkapan produksi,
dan biaya tidak langsung lain yang berkaitan dengan proses produksi.

Contoh Menghitung Biaya Produksi per Unit

Sebuah UMKM mengeluarkan biaya bahan baku Rp1.000.000,
tenaga kerja Rp300.000, kemasan Rp100.000, dan overhead
Rp100.000 dalam satu proses produksi.

Total biaya produksinya:


Rp1.000.000 + Rp300.000 + Rp100.000 + Rp100.000
= Rp1.500.000

Jika proses tersebut menghasilkan 100 produk:


Rp1.500.000 ÷ 100 = Rp15.000 per unit

Biaya Produksi per Unit Bukan Otomatis Harga Jual

Mengetahui biaya produksi per unit merupakan langkah penting,
tetapi angka tersebut belum otomatis menjadi harga jual.

Sebuah produk dengan biaya produksi Rp15.000 mungkin masih memiliki
biaya lain setelah keluar dari proses produksi, misalnya biaya
pemasaran, distribusi, fee marketplace, komisi penjualan, iklan,
pajak, atau subsidi pengiriman.

Karena itu harga jual sebaiknya ditentukan setelah seluruh biaya
yang relevan dipertimbangkan dan target keuntungan ditetapkan.

Mengapa Biaya Produksi Perlu Dihitung Secara Berkala?

Harga bahan baku, upah, energi, kemasan, dan biaya overhead dapat
berubah. Karena itu biaya produksi per unit yang dihitung beberapa
bulan lalu belum tentu masih sesuai dengan kondisi sekarang.

Menghitung kembali biaya produksi secara berkala membantu usaha
mengetahui apakah perubahan biaya mulai mengurangi ruang keuntungan
atau memerlukan evaluasi terhadap harga jual.

Kalkulator Biaya Produksi Cocok untuk Usaha Apa?

Kalkulator dapat digunakan untuk berbagai usaha produksi skala kecil
maupun menengah, seperti:

  • makanan dan minuman;
  • frozen food;
  • bakery;
  • kerajinan;
  • clothing dan konveksi;
  • furniture;
  • produk handmade;
  • percetakan;
  • manufaktur kecil;
  • dan berbagai usaha UMKM lainnya.

FAQ Kalkulator Biaya Produksi

Bagaimana cara menghitung biaya produksi?

Jumlahkan seluruh biaya yang digunakan untuk proses produksi,
seperti bahan baku, tenaga kerja, kemasan, energi, overhead,
dan biaya produksi lainnya.

Bagaimana menghitung biaya produksi per unit?

Bagi total biaya produksi dengan jumlah produk yang dihasilkan.
Jika total biaya Rp1.500.000 menghasilkan 100 unit, biaya produksi
per unit adalah Rp15.000.

Apakah bahan baku bisa dimasukkan lebih dari satu?

Ya. Gunakan tombol Tambah Bahan Baku untuk memasukkan beberapa
bahan secara terpisah. Kalkulator akan menjumlahkan seluruh biaya
bahan tersebut secara otomatis.

Apakah kemasan termasuk biaya produksi?

Jika kemasan merupakan bagian yang diperlukan untuk menghasilkan
produk siap dipasarkan, biaya kemasan dapat dimasukkan dalam
perhitungan produksi.

Apakah listrik termasuk biaya produksi?

Jika listrik atau energi digunakan dalam proses produksi dan dapat
dialokasikan ke batch yang dihitung, biaya tersebut dapat dimasukkan.

Apa yang dimaksud overhead produksi?

Overhead produksi adalah biaya tidak langsung yang tetap berkaitan
dengan aktivitas produksi, misalnya penyusutan alat, maintenance,
atau alokasi sewa ruang produksi.

Apakah biaya produksi per unit sama dengan HPP?

Tidak selalu. Istilah dan komponen HPP dapat bergantung pada konteks
pencatatan usaha. Kalkulator ini secara khusus menghitung biaya
produksi berdasarkan komponen yang dimasukkan pengguna.

Apakah biaya produksi per unit adalah harga jual minimum?

Tidak otomatis. Masih mungkin terdapat biaya di luar produksi seperti
pemasaran, marketplace, distribusi, pajak, atau biaya penjualan lain.
Harga jual juga perlu mempertimbangkan target keuntungan.

Apakah harga jual wajib diisi?

Tidak. Harga jual hanya merupakan fitur tambahan untuk membandingkan
harga jual dengan biaya produksi per unit. Fungsi utama kalkulator
tetap menghitung biaya produksi.

Scroll to Top