Kalkulator Rasio Utang terhadap Penghasilan (DTI)
Gunakan Kalkulator DTI untuk mengetahui berapa persen
pendapatan kotor bulanan Anda yang digunakan untuk membayar cicilan
dan kewajiban utang setiap bulan.
Masukkan pendapatan kotor bulanan serta pembayaran cicilan rumah,
kendaraan, kartu kredit, pinjaman, dan cicilan lainnya. Kalkulator
akan menghitung total pembayaran utang dan rasio
Debt-to-Income (DTI).
Kebijakan dan standar penilaian dapat berbeda antara bank, leasing,
maupun lembaga pembiayaan lainnya.
KALKULATOR GRATIS
Kalkulator DTI
Hitung persentase pendapatan kotor bulanan yang digunakan
untuk pembayaran utang dan cicilan.
Gunakan pembayaran utang per bulan, bukan total saldo utang.
Contohnya, untuk kartu kredit masukkan pembayaran kewajiban bulanan
yang ingin diperhitungkan, bukan seluruh limit kartu.
1
Pendapatan Bulanan
Gunakan pendapatan kotor sebelum potongan.
Rp
Pendapatan kotor adalah penghasilan sebelum pajak,
potongan, dan pengeluaran pribadi lainnya.
2
Pembayaran Utang Bulanan
Masukkan cicilan yang benar-benar dibayar setiap bulan.
Rp
Rp
Rp
Gunakan kewajiban pembayaran bulanan yang ingin diperhitungkan.
Rp
Contoh: pinjaman pribadi, pendidikan, atau pinjaman lainnya.
Rp
HASIL PERHITUNGAN
Rasio Utang terhadap Penghasilan
DEBT-TO-INCOME RATIO
0%
Persentase pendapatan kotor bulanan yang digunakan
untuk pembayaran utang.
Pendapatan Kotor
Rp0
Total Pembayaran Utang
Rp0
Sisa setelah Utang
Rp0
Pendapatan Tersisa
100%
Rincian Pembayaran Utang
Porsi Pendapatan untuk Utang
0%
Grafik dibatasi hingga 100% untuk menjaga keterbacaan visual.
Rumus DTI
DTI =
Total Pembayaran Utang Bulanan
÷ Pendapatan Kotor Bulanan
× 100%
Catatan penting:
DTI merupakan indikator rasio pembayaran utang terhadap pendapatan
kotor. Hasil tidak menentukan apakah pengajuan kredit, KPR,
atau pembiayaan akan diterima. Standar dan metode penilaian
dapat berbeda antar pemberi pinjaman.
Apa Itu DTI?
DTI atau Debt-to-Income Ratio adalah rasio yang membandingkan
jumlah pembayaran utang bulanan dengan pendapatan kotor bulanan.
Hasilnya ditampilkan dalam persentase sehingga pengguna dapat melihat
berapa bagian dari penghasilannya yang digunakan untuk membayar
kewajiban utang.
Cara Menggunakan Kalkulator DTI
- Masukkan pendapatan kotor bulanan.
- Masukkan cicilan rumah atau KPR jika ada.
- Masukkan cicilan kendaraan.
- Masukkan pembayaran kartu kredit bulanan.
- Masukkan pembayaran pinjaman dan cicilan lainnya.
- Klik Hitung Rasio DTI.
Kalkulator akan menampilkan total pembayaran utang,
rasio DTI, dan sisa pendapatan kotor setelah pembayaran utang
yang dimasukkan.
Rumus DTI
DTI =
Total Pembayaran Utang Bulanan
÷ Pendapatan Kotor Bulanan
× 100%
Contoh Menghitung DTI
Misalnya pendapatan kotor seseorang adalah Rp10 juta per bulan
dan total pembayaran cicilannya Rp3 juta.
Rp3.000.000 ÷ Rp10.000.000 × 100%
= 30%
Artinya sekitar 30% pendapatan kotor bulanan digunakan untuk
membayar kewajiban utang tersebut.
Utang Apa Saja yang Dimasukkan?
Kalkulator menyediakan beberapa kategori agar input lebih mudah,
antara lain:
- cicilan rumah atau KPR;
- cicilan kendaraan;
- pembayaran kartu kredit;
- cicilan pinjaman;
- dan cicilan atau utang lain.
Yang dimasukkan adalah pembayaran bulanannya, bukan seluruh
saldo utang.
Apa Arti DTI 20%?
DTI 20% berarti sekitar 20% dari pendapatan kotor bulanan
digunakan untuk membayar kewajiban utang yang dimasukkan.
Secara matematis, sekitar 80% pendapatan kotor masih tersisa
sebelum memperhitungkan pajak, kebutuhan hidup, tabungan,
dan pengeluaran non-utang lainnya.
Apakah DTI Menentukan Persetujuan KPR atau Kredit?
Tidak. Kalkulator hanya menghitung rasio berdasarkan data
yang dimasukkan pengguna.
Bank atau lembaga pembiayaan dapat memiliki metode penilaian,
batas rasio, persyaratan, kebijakan risiko, dan pertimbangan lain
yang berbeda.
Karena itu hasil DTI sebaiknya digunakan sebagai indikator untuk
memahami beban utang, bukan sebagai jaminan persetujuan kredit.
DTI dan Total Utang Bukan Hal yang Sama
DTI tidak mengukur berapa besar seluruh saldo utang seseorang.
DTI membandingkan pembayaran utang bulanan dengan pendapatan
kotor bulanan.
Dua orang dapat memiliki saldo utang berbeda tetapi rasio DTI
yang sama jika pembayaran bulanan relatif terhadap penghasilan
mereka sama.
Mengapa Menghitung DTI Sebelum Menambah Cicilan?
Menghitung DTI dapat membantu melihat berapa bagian penghasilan
yang sudah terikat oleh kewajiban utang sebelum mengambil
cicilan baru.
Anda juga dapat membuat beberapa simulasi dengan menambahkan
estimasi cicilan KPR atau kendaraan untuk melihat bagaimana
rasio berubah.
FAQ Kalkulator DTI
Apa kepanjangan DTI?
DTI adalah Debt-to-Income Ratio atau rasio pembayaran utang
terhadap pendapatan.
Bagaimana cara menghitung DTI?
Bagi total pembayaran utang bulanan dengan pendapatan kotor
bulanan lalu kalikan 100%.
Apa arti DTI 30%?
Artinya sekitar 30% pendapatan kotor bulanan digunakan untuk
pembayaran kewajiban utang yang dimasukkan.
Apakah menggunakan gaji bersih atau gaji kotor?
Kalkulator ini menggunakan pendapatan kotor bulanan sebagai dasar
perhitungan.
Apakah saldo kartu kredit dimasukkan seluruhnya?
Tidak. Gunakan kewajiban pembayaran bulanan yang ingin dimasukkan
ke dalam perhitungan DTI.
Apakah biaya makan dan listrik termasuk DTI?
Tidak dalam kalkulator ini. DTI berfokus pada pembayaran kewajiban
utang, bukan seluruh pengeluaran rumah tangga.
Apakah DTI rendah berarti pasti disetujui bank?
Tidak. DTI hanyalah salah satu indikator. Kebijakan dan penilaian
setiap bank atau lembaga pembiayaan dapat berbeda.
Apakah saya bisa memasukkan calon cicilan baru?
Bisa. Anda dapat memasukkan estimasi cicilan baru untuk melihat
bagaimana rasio DTI berubah dalam skenario tersebut.