Kualitas Produk Menurun karena Terburu-buru Mengejar Target, Komplain Retur Meningkat Drastis

Pertumbuhan bisnis sering menjadi tujuan utama.

Ketika pesanan meningkat, perusahaan tentu ingin memenuhi permintaan pelanggan.

Produksi ditingkatkan.

Target dinaikkan.

Pengiriman dipercepat.

Namun ada satu risiko yang sering muncul:

kecepatan produksi meningkat, tetapi kualitas mulai menurun.

Awalnya mungkin terlihat kecil.

Hanya beberapa produk bermasalah.

Tetapi ketika volume meningkat, dampaknya dapat menjadi besar.

Masalah Kualitas Sering Muncul Saat Bisnis Mengejar Volume

Ketika permintaan meningkat, beberapa bisnis melakukan perubahan:

  • mengurangi waktu pemeriksaan;
  • menambah produksi tanpa pelatihan cukup;
  • mengurangi quality control;
  • mempercepat proses kerja.

Tujuannya mengejar target.

Namun tanpa sistem yang tepat, risiko kesalahan meningkat.

Produk Bermasalah Tidak Hanya Menghasilkan Kerugian Produksi

Banyak bisnis hanya menghitung:

biaya membuat produk.

Padahal produk gagal dapat menimbulkan biaya tambahan:

  • pengiriman ulang;
  • penggantian barang;
  • refund;
  • biaya pemeriksaan ulang;
  • waktu pelayanan pelanggan.

Contoh Dampak Produk Cacat

SIMULASI — angka hanya ilustrasi.

Sebuah bisnis memproduksi:

10.000 unit per bulan.

Tingkat produk bermasalah:

3%.

Maka:

300 unit mengalami masalah.

Jika biaya produksi per unit:

Rp50.000.

Maka nilai produk bermasalah:

Rp15 juta.

Itu belum termasuk biaya tambahan lainnya.

Retur Dapat Menghapus Profit Transaksi

Satu transaksi yang gagal tidak hanya kehilangan keuntungan.

Bisnis juga dapat menanggung:

  • biaya pengiriman;
  • biaya pemeriksaan barang kembali;
  • barang pengganti;
  • komunikasi dengan pelanggan.

Komplain Pelanggan Mempunyai Dampak Jangka Panjang

Masalah kualitas tidak berhenti pada satu transaksi.

Pelanggan yang kecewa dapat:

  • memberikan rating rendah;
  • membagikan pengalaman buruk;
  • tidak melakukan pembelian ulang.

Jangan Mengorbankan Kualitas Demi Pertumbuhan Cepat

Pertumbuhan memang penting.

Tetapi pertumbuhan yang tidak terkendali dapat menciptakan masalah baru.

Pertanyaan yang perlu dijawab:

“Apakah sistem produksi kita siap menerima peningkatan permintaan?”

Tambah Produksi Harus Diikuti Tambah Kontrol

Ketika volume meningkat, bisnis perlu mempertimbangkan:

  • kapasitas produksi;
  • jumlah tenaga kerja;
  • pelatihan;
  • quality control;
  • standar kerja.

Quality Control Bukan Hambatan Produksi

Sebagian bisnis menganggap pemeriksaan kualitas memperlambat proses.

Padahal biaya menemukan masalah sebelum produk sampai pelanggan biasanya lebih kecil dibanding memperbaikinya setelah terjadi komplain.

Tentukan Standar Kualitas yang Jelas

Standar membantu tim memahami:

  • produk seperti apa yang diterima;
  • produk seperti apa yang harus diperbaiki;
  • produk seperti apa yang tidak boleh dikirim.

Ukur Tingkat Produk Bermasalah

Beberapa indikator yang perlu dipantau:

  • defect rate;
  • jumlah retur;
  • jumlah komplain;
  • rating pelanggan;
  • biaya penggantian.

Jangan Hanya Melihat Jumlah Penjualan

Produk yang terjual banyak belum tentu menghasilkan bisnis yang sehat.

Perhatikan juga:

  • berapa banyak yang kembali;
  • berapa banyak yang dikomplain;
  • berapa biaya perbaikan masalah.

Hitung Biaya Kegagalan Kualitas

Rumus sederhana:


Total Quality Failure Cost =
Produk Bermasalah + Biaya Retur + Biaya Penggantian + Biaya Penanganan

Dengan mengetahui angka tersebut, bisnis dapat melihat dampak kualitas terhadap profit.

Gunakan True Profit Calculator

Biaya kualitas yang buruk pada akhirnya memengaruhi profit.

Gunakan:

True Profit Calculator PHK

Kualitas dan Profit Harus Berjalan Bersama

Tujuan bisnis bukan hanya menghasilkan produk sebanyak mungkin.

Tujuannya adalah menghasilkan produk yang:

  • dibutuhkan pelanggan;
  • memenuhi standar;
  • memberikan keuntungan.

Checklist Sebelum Menaikkan Target Produksi

  1. Apakah kapasitas produksi mencukupi?
  2. Apakah quality control sudah siap?
  3. Apakah tenaga kerja cukup?
  4. Apakah standar kualitas sudah jelas?
  5. Berapa tingkat produk cacat saat ini?
  6. Berapa jumlah retur pelanggan?
  7. Berapa biaya penggantian produk?
  8. Apakah margin masih aman setelah biaya kualitas?
  9. Apakah pelanggan tetap puas?
  10. Apakah pertumbuhan dapat dipertahankan?

Kesimpulan: Jangan Tukar Kualitas dengan Volume

Mengejar pertumbuhan adalah hal yang penting.

Tetapi bisnis harus memastikan bahwa peningkatan volume tidak mengorbankan kualitas.

Karena satu produk bermasalah dapat menghasilkan biaya yang jauh lebih besar daripada biaya pencegahannya.

Produksi cepat memang menghasilkan lebih banyak barang, tetapi kualitas yang buruk dapat menghapus keuntungan yang sudah diperoleh.

Evaluasi dampak biaya kualitas terhadap profit menggunakan True Profit Calculator PHK.


Tool PHK yang Relevan

Catatan: Standar kualitas, proses kontrol, dan biaya kegagalan berbeda menurut jenis industri, produk, dan metode produksi.

Scroll to Top