Terlalu Sibuk Mengurus Produksi dan Packing, Lupa Menghitung Biaya Listrik, Air, dan Internet Bulanan
Setiap hari pemilik usaha sibuk.
Pesanan harus diproses.
Barang harus diproduksi.
Pesanan harus dipacking.
Kurir harus datang.
Pelanggan harus dilayani.
Karena terlalu fokus pada aktivitas utama tersebut, ada biaya yang sering dianggap sepele:
- listrik;
- air;
- internet;
- telepon;
- software;
- biaya administrasi.
Masing-masing terlihat kecil.
Namun semuanya terjadi setiap bulan.
Ketika dikumpulkan selama satu tahun, nilainya bisa menjadi cukup besar.
Masalahnya:
biaya yang tidak dicatat dengan baik dapat membuat profit usaha terlihat lebih besar daripada kondisi sebenarnya.
Biaya Kecil Sering Tidak Terasa
Misalnya sebuah usaha mengeluarkan:
- Listrik: Rp1.000.000 per bulan
- Air: Rp300.000 per bulan
- Internet: Rp500.000 per bulan
- Software: Rp200.000 per bulan
Total:
Rp2 juta per bulan.
Dalam satu tahun:
Rp24 juta.
Angka Rp24 juta mungkin tidak terasa ketika dibayar sedikit demi sedikit setiap bulan.
Tetapi ketika dihitung sebagai biaya tahunan, dampaknya menjadi lebih jelas.
Jangan Hanya Menghitung Bahan Baku
Ketika menghitung biaya produk, pemilik usaha sering fokus pada:
- bahan baku;
- kemasan;
- tenaga kerja langsung.
Padahal bisnis juga mempunyai biaya untuk menjalankan aktivitasnya.
Contohnya:
- listrik untuk mesin;
- listrik untuk komputer;
- internet untuk menerima pesanan;
- air untuk operasional;
- software untuk administrasi.
Perlakuan akuntansi atas biaya tersebut dapat berbeda menurut jenis biaya dan model bisnis.
Yang penting dari sisi pengelolaan usaha adalah:
jangan sampai biaya yang benar-benar dikeluarkan tidak pernah masuk dalam evaluasi profit.
Biaya Operasional Tidak Hilang Hanya Karena Nominalnya Kecil
Bayangkan satu biaya hanya Rp100.000 per bulan.
Terlihat tidak signifikan.
Tetapi:
Rp100.000 × 12 = Rp1,2 juta per tahun.
Jika ada sepuluh biaya kecil dengan pola yang sama, akumulasinya menjadi jauh lebih besar.
Contoh Biaya Kecil yang Sering Terlupakan
- internet;
- pulsa;
- software berlangganan;
- biaya transfer;
- alat tulis;
- printer;
- tinta;
- air minum;
- kebersihan;
- transportasi operasional;
- biaya administrasi.
Tidak semua biaya tersebut memiliki perlakuan yang sama dalam perhitungan HPP.
Namun seluruh pengeluaran tetap perlu diketahui ketika mengevaluasi kesehatan bisnis.
Biaya Operasional Harus Dibedakan dari Biaya Produksi
Ini penting agar perhitungan tidak berantakan.
Biaya produksi berkaitan dengan proses menghasilkan barang atau jasa.
Sementara biaya operasional dapat mencakup biaya untuk menjalankan aktivitas bisnis secara keseluruhan.
Pengelompokan detailnya bergantung pada jenis bisnis dan sistem akuntansi yang digunakan.
Jangan Sembarangan Memasukkan Semua Biaya ke HPP
Kesalahan yang berlawanan juga dapat terjadi.
Karena ingin semua biaya terlihat, pemilik usaha memasukkan seluruh pengeluaran ke HPP tanpa membedakan sifat biaya tersebut.
Akibatnya, struktur biaya menjadi sulit dianalisis.
Lebih baik:
catat semua biaya, lalu kelompokkan berdasarkan fungsi dan karakteristiknya.
Biaya Bulanan Harus Dipantau Secara Rutin
Buat daftar biaya tetap dan biaya yang berubah.
Contohnya:
Biaya yang relatif tetap
- internet;
- software;
- sewa.
Biaya yang dapat berubah
- listrik;
- air;
- transportasi;
- biaya pengiriman tertentu.
Pembagian tersebut membantu bisnis memahami pola pengeluarannya.
Biaya Listrik Bisa Berubah Ketika Produksi Naik
Misalnya produksi meningkat karena pesanan bertambah.
Mesin digunakan lebih lama.
Peralatan bekerja lebih sering.
Konsumsi listrik dapat ikut berubah.
Karena itu, jangan menganggap biaya listrik selalu sama setiap bulan.
Internet Juga Bisa Menjadi Biaya Operasional Penting
Bagi bisnis online, internet dapat digunakan untuk:
- menerima pesanan;
- mengelola marketplace;
- menghubungi pelanggan;
- mengelola iklan;
- mengakses software bisnis.
Jika biaya tersebut tidak pernah dicatat, pemilik usaha kehilangan sebagian informasi mengenai biaya menjalankan bisnis.
Langganan Software Sering Menjadi Biaya yang Terlupakan
Satu subscription mungkin hanya terlihat kecil.
Namun bisnis bisa memiliki beberapa subscription sekaligus:
- desain;
- cloud storage;
- email;
- akuntansi;
- CRM;
- marketing.
Jika semuanya aktif sepanjang tahun, totalnya perlu dievaluasi.
Audit Biaya Langganan Setiap Beberapa Bulan
Tanyakan:
- Apakah software masih digunakan?
- Apakah paketnya sesuai kebutuhan?
- Apakah ada layanan yang tumpang tindih?
- Apakah ada subscription yang sudah tidak diperlukan?
Menghentikan biaya yang tidak lagi memberikan manfaat dapat menjadi bentuk efisiensi.
Hitung Biaya Operasional Tahunan
Jangan hanya melihat tagihan bulanan.
Gunakan:
Biaya Tahunan = Biaya Bulanan × 12
Untuk biaya yang berubah-ubah, gunakan total aktual atau estimasi berdasarkan data beberapa bulan.
Biaya Operasional Per Transaksi Bisa Lebih Mudah Dipahami
Misalnya total biaya operasional bulanan:
Rp10 juta.
Jumlah transaksi:
1.000 transaksi.
Maka secara sederhana:
Rp10 juta ÷ 1.000 = Rp10.000 per transaksi.
Angka tersebut merupakan alokasi sederhana untuk membantu memahami skala biaya.
Ini bukan berarti setiap transaksi secara akuntansi harus dibebani persis Rp10.000.
Omzet Besar Belum Tentu Menutup Biaya Operasional
Misalnya omzet:
Rp100 juta per bulan.
Setelah menghitung HPP, bisnis terlihat menghasilkan margin yang cukup besar.
Namun masih ada:
- listrik;
- air;
- internet;
- sewa;
- software;
- administrasi;
- marketing;
- biaya lainnya.
Jika biaya tersebut tidak dihitung, profit akhir dapat terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.
Gunakan True Profit Calculator
Untuk melihat profit setelah berbagai biaya diperhitungkan, gunakan:
Biaya Produksi Juga Harus Diperiksa
Jika listrik atau biaya lainnya berkaitan langsung dengan proses produksi, pertimbangkan bagaimana biaya tersebut seharusnya dialokasikan dalam perhitungan biaya produksi.
Gunakan:
Pastikan pengelompokan biaya sesuai dengan model bisnis dan metode perhitungan yang digunakan.
Jangan Menghemat Biaya Kecil Secara Membabi Buta
Menemukan biaya yang tidak diperlukan memang baik.
Tetapi jangan mengurangi biaya hanya karena nominalnya terlihat besar.
Misalnya internet murah yang tidak stabil dapat mengganggu:
- penerimaan order;
- komunikasi pelanggan;
- operasional marketplace.
Efisiensi harus mempertimbangkan manfaat dan dampaknya terhadap bisnis.
Gunakan Data untuk Menemukan Biaya yang Tidak Efisien
Buat daftar pengeluaran selama beberapa bulan.
Kemudian kelompokkan:
- produksi;
- operasional;
- marketing;
- administrasi;
- logistik.
Setelah itu lihat biaya mana yang:
- meningkat;
- tidak digunakan;
- tumpang tindih;
- tidak menghasilkan manfaat yang sebanding.
Biaya Kecil Bisa Menggerus Margin Secara Perlahan
Bayangkan margin bisnis hanya 10%.
Tambahan biaya operasional beberapa persen dari omzet dapat mempunyai dampak berarti terhadap profit.
Karena itu, bisnis dengan margin tipis harus lebih disiplin dalam mencatat biaya.
Checklist Biaya Operasional Bulanan
- Apakah listrik sudah dicatat?
- Apakah air sudah dicatat?
- Apakah internet sudah dicatat?
- Apakah telepon atau pulsa sudah dicatat?
- Apakah software subscription sudah dicatat?
- Apakah biaya administrasi sudah dicatat?
- Apakah biaya kebersihan sudah dicatat?
- Apakah biaya transportasi operasional sudah dicatat?
- Apakah biaya sewa sudah dicatat?
- Apakah biaya marketing sudah dicatat?
- Apakah semua biaya sudah dikelompokkan?
- Apakah biaya tahunan sudah dihitung?
- Apakah biaya operasional meningkat?
- Apakah ada biaya yang tidak lagi diperlukan?
- Apakah profit sudah dihitung setelah biaya tersebut?
Kesimpulan: Biaya Kecil Tetap Uang yang Keluar dari Bisnis
Listrik, air, internet, software, dan biaya administrasi mungkin terlihat kecil jika dilihat satu per satu.
Tetapi biaya tersebut terjadi berulang kali.
Dalam satu tahun, akumulasinya dapat menjadi signifikan.
Karena itu, jangan hanya fokus pada:
“Berapa omzet bulan ini?”
Perhatikan juga:
“Berapa biaya yang benar-benar diperlukan untuk menjalankan bisnis sampai omzet tersebut tercipta?”
Catat semua pengeluaran.
Kelompokkan dengan benar.
Evaluasi secara rutin.
Kemudian hitung profit berdasarkan angka yang benar-benar mencerminkan kondisi usaha.
Gunakan Kalkulator Biaya Produksi untuk mengevaluasi biaya produksi dan True Profit Calculator untuk melihat profit sebenarnya setelah berbagai biaya diperhitungkan.
Tool PHK yang Relevan
-
Kalkulator Biaya Produksi
— membantu menghitung biaya yang berkaitan dengan proses produksi. -
True Profit Calculator
— membantu melihat profit setelah berbagai biaya diperhitungkan. -
Cash Flow Calculator
— membantu melihat pola pemasukan dan pengeluaran bisnis.
Catatan: Pengelompokan biaya produksi dan biaya operasional dapat berbeda menurut jenis usaha dan metode akuntansi yang digunakan. Contoh angka dalam artikel merupakan simulasi edukatif.