Uang Pribadi dan Uang Bisnis Masih Satu Rekening, Sulit Mengetahui Bisnis Benar-Benar Untung atau Rugi Banyak usaha kecil dimulai dengan
Untuk membuat artikel non promosi
Terlalu Nyaman Mengandalkan Satu Marketplace, Begitu Ada Maintenance atau Akun Bermasalah Omzet Jatuh Drastis Selama ini penjualan berjalan lancar. Order
Ikut-Ikutan Membuka Kafe Kekinian Tanpa Perhitungan Operasional, Uang Habis di Interior yang Mewah Konsepnya terlihat menjanjikan. Tempat instagramable. Interior estetik.
Klien Sering Bayar Invoice Lewat Jatuh Tempo, Akhirnya Arus Kas Terhambat dan Gaji Karyawan Terlambat Proyek selesai. Invoice sudah dikirim.
Menambah Varian Rasa/Motif Baru, Eh Malah Menurunkan Penjualan Varian Lama Bisnis meluncurkan varian baru dengan harapan total penjualan meningkat. Varian
Quotation Tidak Detail Mengenai Biaya Revisi, Klien Minta Revisi 10 Kali dan Proyek Akhirnya Merugi Harga sudah disepakati. Deadline sudah
Kenaikan Biaya Sewa dan Listrik Membebani Usaha, Namun Harga Jual Terkunci karena Pesaing Tetap Bertahan Sewa naik. Tarif listrik dan
Produk Andalan yang Selama Ini Laris Manis Tiba-tiba Sepi Tanpa Sebab yang Jelas Selama berbulan-bulan, satu produk menjadi andalan toko.
Target Penjualan Akhir Tahun Hanya Berbasis Feeling, Akibatnya Stok Kelebihan dan Promosi Terpaksa Gencar “Akhir tahun pasti ramai.” Kalimat seperti
Cashback 20% dari Bank/E-Wallet, Penjual Benar-benar Untung atau Hanya Diputar-putar Waktunya? Banner promonya terlihat menarik: CASHBACK 20%! Pelanggan senang karena