Stock Tracker Gratis untuk Mengelola Persediaan Bisnis
Catat stok masuk, stok keluar, nilai inventory,
dan pantau kondisi persediaan bisnis agar modal
tidak tertahan terlalu lama di gudang.
Total Produk
0
Total Stok
0
unit
Nilai Inventory
Rp0
harga modal
Stok Kritis
0
produk
Tambah Produk
Masukkan data produk yang ingin dipantau.
Tambah Produk
Transaksi Stok
Catat barang masuk dan barang keluar.
Simpan Transaksi
Daftar Produk
| Produk | SKU | Kategori | Stok | Nilai Inventory | Status | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Belum ada data produk. |
||||||
Wawasan Bisnis
Modal Tertahan
Rp0
Total modal yang tersimpan dalam inventory.
Potensi Penjualan
Rp0
Estimasi omzet jika seluruh stok terjual.
Potensi Profit
Rp0
Estimasi keuntungan dari stok tersedia.
Laporan Inventory
Simpan data inventory untuk dokumentasi bisnis.
Riwayat Transaksi
Belum ada transaksi.
Apa Itu Stock Tracker dan Mengapa Penting?
Stock Tracker adalah alat untuk mencatat jumlah barang yang Anda miliki, setiap barang yang masuk dan keluar, serta nilai uang yang tertanam di dalamnya. Banyak usaha kecil hanya menghitung stok dengan mata atau ingatan. Akibatnya, barang kosong baru diketahui saat pelanggan bertanya, dan barang yang menumpuk baru disadari setelah modal terlanjur tertahan berbulan-bulan.
Dengan pencatatan yang rutin, Anda tahu produk mana yang hampir habis, produk mana yang paling banyak menyimpan modal, dan berapa keuntungan yang masih tertahan di gudang. Data ini menjadi dasar keputusan kapan harus membeli lagi dan seberapa banyak.
Rumus yang Dipakai
- Nilai Inventory (modal tertahan) = Jumlah Stok × Harga Modal
- Potensi Penjualan = Jumlah Stok × Harga Jual
- Potensi Profit = Potensi Penjualan − Nilai Inventory
Angka ini dihitung untuk seluruh produk yang Anda catat, lalu dijumlahkan di dashboard. Perlu diingat bahwa potensi penjualan dan potensi profit adalah perkiraan jika seluruh stok terjual pada harga jual yang Anda masukkan. Diskon, barang rusak, dan barang yang tidak laku tidak ikut dihitung.
Contoh Perhitungan dalam Rupiah
Sebuah kedai mencatat kopi arabika kemasan 250 g dengan data berikut: harga modal Rp25.000, harga jual Rp40.000, stok awal 100 bungkus, dan minimum stok 10 bungkus.
- Nilai Inventory: 100 × Rp25.000 = Rp2.500.000
- Potensi Penjualan: 100 × Rp40.000 = Rp4.000.000
- Potensi Profit: Rp4.000.000 − Rp2.500.000 = Rp1.500.000
Minggu berikutnya terjual 30 bungkus dan Anda mencatatnya sebagai stok keluar. Stok menjadi 70 bungkus, sehingga nilai inventory turun menjadi Rp1.750.000, potensi penjualan Rp2.800.000, dan potensi profit Rp1.050.000. Keuntungan per bungkus tetap Rp15.000, atau sekitar 37,5 persen dari harga jual.
Perhatikan juga uang yang sudah kembali: 30 bungkus terjual berarti Rp1.200.000 omzet, dan Rp450.000 di antaranya adalah keuntungan kotor. Selisih antara uang yang masuk dan modal yang masih tertahan inilah yang perlu dijaga agar arus kas tetap sehat.
Cara Membaca Status Stok
- Aman: stok masih berada di atas batas minimum yang Anda tentukan.
- Perhatian: stok sudah mencapai atau berada di bawah batas minimum. Segera rencanakan pembelian.
- Habis: stok sudah nol. Penjualan produk ini tidak bisa dilayani sampai ada barang masuk.
Atur minimum stok sesuai waktu tunggu pemasok. Produk yang dikirim dalam tiga hari butuh batas minimum lebih kecil daripada produk yang dikirim dalam dua minggu. Untuk menghitungnya, gunakan Perencana Restok Persediaan.
Kesalahan Umum dalam Mengelola Stok
- Lupa mencatat barang keluar. Stok di aplikasi dan stok di rak jadi berbeda, lalu angka di dashboard tidak bisa dipercaya.
- Memakai satu harga modal untuk semua gelombang pembelian. Jika harga beli berubah, perbarui harga modal produk agar nilai inventory tetap realistis.
- Tidak mengisi minimum stok. Tanpa batas minimum, status Perhatian tidak bisa membantu Anda.
- Tidak mencocokkan dengan stok fisik. Lakukan penghitungan fisik secara berkala, lalu koreksi selisihnya lewat transaksi stok.
- Tidak membuat cadangan. Data tersimpan di browser perangkat Anda. Gunakan tombol Cadangkan JSON secara berkala.
Cara Menggunakan Stock Tracker
- Tambahkan produk yang ingin dipantau.
- Masukkan SKU, harga modal, harga jual, dan stok awal.
- Gunakan transaksi stok masuk dan keluar setiap ada perubahan barang.
- Pantau dashboard untuk melihat kondisi inventory.
- Gunakan indikator stok kritis sebagai acuan restock.
- Backup data secara berkala menggunakan fitur Cadangkan JSON.
Tips Mengelola Inventory
- Jangan hanya melihat jumlah barang, tetapi perhatikan nilai modal yang tertahan.
- Gunakan minimum stok agar risiko kehabisan barang dapat dikurangi.
- Lakukan pencatatan transaksi secara rutin agar laporan tetap akurat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa fungsi Stock Tracker?
Stock Tracker membantu bisnis mencatat stok masuk,
stok keluar, dan memantau nilai persediaan.
Apakah cocok untuk UMKM?
Ya. Tool ini dibuat untuk kebutuhan inventory sederhana
bagi usaha kecil dan menengah.
Apakah data bisa dibackup?
Ya. Pengguna dapat menyimpan backup data inventory
dalam format JSON.
Apa fungsi SKU?
SKU membantu membedakan produk dan mencegah
pencatatan produk ganda.
Apakah Stock Tracker menghitung profit?
Tool ini memberikan estimasi potensi profit berdasarkan
harga modal dan harga jual produk.
Bagaimana cara menghitung nilai inventory?
Nilai inventory dihitung dari jumlah stok dikalikan harga modal setiap produk, lalu dijumlahkan. Angka ini menunjukkan berapa modal yang sedang tertahan dalam bentuk barang.
Kapan status stok berubah menjadi Perhatian?
Status Perhatian muncul ketika stok sudah sama dengan atau di bawah minimum stok yang Anda isi. Status Habis muncul ketika stok sudah nol.
Di mana data saya disimpan?
Data tersimpan di browser perangkat yang Anda pakai, bukan di server kami. Karena itu data bisa hilang jika Anda membersihkan data browser. Gunakan Cadangkan JSON atau Ekspor CSV untuk menyimpan salinannya.
Bagaimana jika stok di aplikasi berbeda dengan stok di rak?
Hitung stok fisik, lalu catat selisihnya sebagai stok masuk atau stok keluar dengan catatan penyesuaian. Dengan begitu riwayat transaksi tetap rapi dan angka dashboard kembali sesuai kenyataan.
Apakah Stock Tracker gratis?
Ya, alat ini gratis dan bisa dipakai tanpa mendaftar.