CA33

Marketing ROI & Campaign Profit Calculator

Kalkulator ROI Marketing, ROAS, CPA & Profit Campaign

Hitung apakah campaign marketing Anda benar-benar menghasilkan
keuntungan. Masukkan biaya campaign, impressions, clicks,
add to cart, purchase, revenue, HPP, fee transaksi,
dan biaya lainnya untuk melihat performa funnel serta
profit campaign secara lebih lengkap.


Engagement tinggi belum tentu berarti campaign menguntungkan.

Kalkulator ini membantu melihat perjalanan dari
traffic → conversion → revenue → profit → ROI.


1

Masukkan Biaya Campaign

Masukkan seluruh biaya yang memang digunakan
untuk menjalankan campaign yang sedang dianalisis.


Rp


Contoh: biaya iklan, endorsement, influencer,
sponsorship, affiliate fee, atau media spend.


Rp


Contoh: produksi konten, agency fee,
talent tambahan, desain, landing page,
atau biaya pendukung campaign lainnya.


2

Masukkan Data Funnel Marketing

Bagian ini membantu melihat di tahap mana
calon pelanggan bergerak dari melihat campaign
hingga melakukan pembelian.


Jumlah tayangan campaign.


Total interaksi seperti like, comment,
share, atau interaction lain yang relevan.


Jumlah klik menuju landing page,
toko, marketplace, atau halaman produk.


Jumlah pengguna yang memasukkan produk
ke keranjang.


Jumlah transaksi atau pembelian
yang dikaitkan dengan campaign.


3

Masukkan Revenue & Biaya Penjualan

Revenue saja belum cukup untuk menentukan
apakah campaign menghasilkan keuntungan.


Rp


Total pendapatan dari transaksi yang dikaitkan
dengan campaign.


Rp


Total HPP dari produk atau jasa yang terjual
melalui campaign.


Rp


Contoh: marketplace fee, payment processing fee,
atau biaya transaksi lainnya.


Rp


Contoh: packaging, subsidi pengiriman,
fulfillment, komisi, atau biaya lain
yang terkait dengan transaksi campaign.


Hasil Perhitungan

Campaign Performance & Profit


Total Biaya Campaign


Rp0


Media spend + biaya tambahan


Revenue Campaign


Rp0


Pendapatan yang dikaitkan dengan campaign


Campaign Profit


Rp0


Profit Margin Campaign: 0%


Marketing ROI


0%


Profit campaign dibanding biaya campaign


ROAS


0x


Revenue ÷ total biaya campaign


Cost per Purchase / CPA


Rp0


Biaya campaign ÷ jumlah purchase


Average Order Value


Rp0


Revenue rata-rata per purchase


Profit per Purchase


Rp0


Profit campaign ÷ jumlah purchase

Funnel Performance


Engagement Rate


0%


Click Through Rate


0%


Add-to-Cart Rate


0%


Purchase Conversion Rate


0%


Cost per Click


Rp0


Cost per Add to Cart


Rp0

Break-Even Campaign


Estimasi Break-Even Purchase


0


Estimasi transaksi yang dibutuhkan
agar biaya campaign tertutup.


Estimasi Break-Even Revenue


Rp0


Estimasi revenue minimum berdasarkan
economics transaksi yang dimasukkan.


Status Campaign


Masukkan data untuk melihat hasil.

Ringkasan Funnel

Perjalanan Campaign


Rumus Utama

Total Campaign Cost =
Biaya Campaign + Biaya Tambahan Campaign

Campaign Profit =
Revenue − HPP − Fee Transaksi −
Biaya Penjualan Lain − Total Campaign Cost

Marketing ROI =
Campaign Profit ÷ Total Campaign Cost × 100%

ROAS =
Revenue ÷ Total Campaign Cost

CPA =
Total Campaign Cost ÷ Purchases

Purchase Conversion Rate =
Purchases ÷ Clicks × 100%

Apa yang Diukur oleh Marketing ROI & Campaign Profit Calculator?

Kalkulator ini membantu mengevaluasi campaign marketing
tidak hanya dari sisi traffic atau engagement, tetapi juga
dari sisi hasil bisnis.

Anda dapat melihat bagaimana campaign bergerak dari
impressions, clicks,
add to cart, dan purchases
hingga menghasilkan revenue,
profit, ROAS,
dan Marketing ROI.

Alur sederhananya:

Exposure

Click

Add to Cart

Purchase

Revenue

Profit

ROI

Kenapa Engagement Tinggi Belum Tentu Campaign Menguntungkan?

Engagement menunjukkan adanya interaksi terhadap konten,
tetapi tidak secara otomatis menunjukkan bahwa audiens
melakukan pembelian.

Campaign bisa memiliki views, likes, comments, dan shares
yang tinggi tetapi tetap menghasilkan sedikit transaksi.
Karena itu, jika tujuan campaign adalah penjualan,
evaluasi sebaiknya dilanjutkan sampai tahap purchase
dan profit.

Perbedaan ROAS dan Marketing ROI

ROAS dan ROI sering digunakan secara bergantian,
padahal keduanya mengukur hal yang berbeda.


ROAS = Revenue ÷ Total Campaign Cost

ROAS menunjukkan berapa besar revenue yang dihasilkan
dibandingkan dengan biaya campaign.


Marketing ROI =
Campaign Profit ÷ Total Campaign Cost × 100%

Marketing ROI menggunakan profit setelah HPP,
biaya transaksi, biaya penjualan, dan biaya campaign
ikut diperhitungkan.

Kenapa ROAS di Atas 1x Belum Tentu Berarti Profit?

Misalnya sebuah campaign menghasilkan revenue lebih besar
daripada biaya iklan. Secara ROAS, campaign tersebut bisa
terlihat positif.

Namun produk atau jasa yang terjual tetap mempunyai HPP
dan mungkin terdapat fee platform, biaya transaksi,
packaging, fulfillment, subsidi pengiriman, atau biaya
lainnya.

Karena itu, revenue yang lebih besar daripada biaya campaign
belum otomatis berarti campaign menghasilkan laba bersih.

Bagaimana Menggunakan Kalkulator Ini?

  1. Masukkan biaya utama campaign,
    misalnya media spend, endorsement, influencer,
    sponsorship, atau biaya promosi lainnya.
  2. Masukkan biaya tambahan campaign jika ada,
    seperti produksi konten, agency fee, desain,
    talent, atau landing page.
  3. Isi data funnel yang tersedia seperti impressions,
    engagement, clicks, add to cart, dan purchases.
  4. Masukkan revenue yang benar-benar dikaitkan
    dengan campaign tersebut.
  5. Masukkan HPP dan biaya transaksi atau penjualan
    yang relevan.
  6. Klik Hitung ROI Campaign.
  7. Periksa hasil profit, ROI, ROAS, CPA,
    conversion rate, break-even, dan ringkasan funnel.

Bagaimana Membaca Funnel Campaign?

Funnel membantu melihat di tahap mana calon pelanggan
berhenti bergerak.

Contohnya:

  • Views tinggi tetapi clicks rendah:
    periksa relevansi audiens, CTA, pesan campaign,
    atau daya tarik penawaran.
  • Clicks tinggi tetapi Add to Cart rendah:
    periksa halaman produk, harga, penawaran,
    kejelasan manfaat, atau kualitas traffic.
  • Add to Cart tinggi tetapi purchase rendah:
    periksa tahapan checkout, biaya tambahan,
    metode pembayaran, stok, atau tracking.
  • Purchase tinggi tetapi campaign rugi:
    masalah kemungkinan berada pada unit economics,
    HPP, biaya penjualan, atau biaya marketing.

Rumus Utama CA33


Total Campaign Cost =
Biaya Utama Campaign + Biaya Tambahan Campaign


Campaign Profit =
Revenue − HPP − Fee Transaksi −
Biaya Penjualan Lain − Total Campaign Cost


Marketing ROI =
Campaign Profit ÷ Total Campaign Cost × 100%


ROAS =
Revenue ÷ Total Campaign Cost


CPA =
Total Campaign Cost ÷ Purchases


Purchase Conversion Rate =
Purchases ÷ Clicks × 100%

Catatan Penting

Kalkulator ini merupakan alat bantu analisis dan simulasi.
Hasilnya bergantung pada angka campaign yang Anda masukkan,
termasuk bagaimana revenue, purchase, dan biaya
diatribusikan ke campaign.

Perbedaan platform, attribution window, tracking method,
refund, organic conversion, repeat purchase,
dan faktor lain dapat memengaruhi hasil analisis.

Kalkulator ini tidak menggunakan benchmark universal
untuk menentukan apakah CTR, conversion rate, CPA,
ROAS, atau ROI tertentu dianggap baik atau buruk.

Gunakan hasil sebagai dasar evaluasi internal
dan bandingkan dengan tujuan, histori, serta kondisi
bisnis Anda sendiri.


Pertanyaan Umum tentang Marketing ROI & Campaign Profit

Beberapa pertanyaan penting ketika mengevaluasi
efektivitas iklan, endorsement, influencer campaign,
atau aktivitas marketing lainnya.

Apa itu Marketing ROI?

Marketing ROI adalah ukuran yang membandingkan
profit campaign dengan biaya campaign.
Dalam kalkulator ini, profit campaign dihitung
setelah revenue dikurangi HPP, biaya transaksi,
biaya penjualan lain, dan biaya marketing
yang dimasukkan.

Apa perbedaan ROI dan ROAS?

ROAS membandingkan revenue dengan biaya campaign,
sedangkan Marketing ROI membandingkan profit campaign
dengan biaya campaign.

Karena itu, campaign dapat memiliki ROAS di atas 1x
tetapi tetap belum menghasilkan profit jika HPP
dan biaya lainnya cukup besar.

Bagaimana cara menghitung ROAS?

Secara sederhana:

ROAS = Revenue ÷ Total Campaign Cost.

Contohnya, jika campaign menghasilkan revenue
Rp10 juta dengan biaya campaign Rp5 juta,
maka ROAS-nya adalah 2x.

Bagaimana cara menghitung CPA?

CPA atau Cost per Purchase dalam kalkulator ini
dihitung dengan:

Total Campaign Cost ÷ Jumlah Purchases.

Angka tersebut membantu melihat berapa biaya marketing
rata-rata yang diperlukan untuk menghasilkan
satu pembelian.

Apakah engagement tinggi berarti campaign berhasil?

Tidak otomatis. Engagement menunjukkan adanya
interaksi terhadap konten, tetapi keberhasilan
campaign tetap perlu dinilai berdasarkan tujuan.

Jika tujuan utama adalah penjualan,
clicks, add to cart, purchases, revenue,
dan profit menjadi metrik yang lebih dekat
dengan hasil bisnis.

Kenapa campaign punya ROAS positif tetapi tetap rugi?

Karena ROAS hanya membandingkan revenue
dengan biaya campaign.

Revenue tersebut masih perlu dikurangi HPP,
fee transaksi, biaya penjualan, dan biaya
relevan lainnya sebelum profit campaign
dapat diketahui.

Apa itu break-even purchases?

Break-even purchases adalah estimasi jumlah pembelian
yang diperlukan agar contribution dari penjualan
cukup untuk menutup biaya campaign.

Kalkulator ini menggunakan contribution per purchase
sebelum biaya marketing, bukan sekadar revenue
per transaksi.

Apakah semua data funnel wajib diisi?

Tidak. Impressions, engagement, dan Add to Cart
bersifat opsional karena tidak semua channel
menyediakan metrik yang sama.

Namun semakin lengkap data funnel yang tersedia,
semakin banyak metrik diagnostik yang dapat dihitung.

Berapa ROAS atau ROI yang dianggap bagus?

Tidak ada satu angka yang otomatis dianggap ideal
untuk semua campaign.

Target dapat berbeda tergantung margin,
model bisnis, jenis produk, channel,
tujuan campaign, repeat purchase,
biaya operasional, dan strategi perusahaan.

Karena itu, CA33 tidak menggunakan threshold universal
untuk menilai suatu angka sebagai bagus atau buruk.

Apakah kalkulator ini bisa dipakai untuk endorsement influencer?

Bisa. Biaya endorsement dapat dimasukkan sebagai
biaya utama campaign, kemudian masukkan data traffic,
purchase, revenue, HPP, dan biaya lain yang memang
dapat dikaitkan dengan campaign tersebut.

Prinsip yang sama juga dapat digunakan untuk
digital ads, affiliate campaign, sponsorship,
atau campaign marketing lainnya.

Scroll to Top