Kalkulator Diskon: Hitung Harga Setelah Diskon
Berapa harga yang harus dibayar setelah mendapat diskon?
Gunakan Kalkulator Diskon Produk Hemat Kita untuk menghitung harga
setelah diskon dan mengetahui berapa uang yang Anda hemat.
Kalkulator ini dapat digunakan untuk menghitung
diskon tunggal maupun diskon bertingkat.
Untuk diskon bertingkat, Anda dapat memasukkan dua diskon,
misalnya diskon 20% + 15%.
Dengan kalkulator ini, Anda tidak perlu menghitung diskon
secara manual. Masukkan harga awal dan persentase diskon,
kemudian hasil perhitungannya akan ditampilkan secara otomatis.
🏷️ Kalkulator Diskon
Pilih jenis diskon, masukkan harga awal dan persentase diskon,
lalu klik tombol hitung.
Apa Itu Kalkulator Diskon?
Kalkulator Diskon adalah alat bantu gratis untuk menghitung
harga produk setelah mendapatkan potongan harga.
Anda dapat menggunakan kalkulator ini untuk menghitung diskon
belanja, promo toko, harga produk di marketplace, maupun
berbagai penawaran lainnya.
Kalkulator juga menyediakan pilihan diskon bertingkat,
yaitu ketika sebuah produk mendapatkan dua potongan harga
secara berurutan.
Cara Menggunakan Kalkulator Diskon
-
Pilih Diskon Tunggal atau
Diskon Bertingkat / X + Y. - Masukkan harga awal produk.
- Masukkan persentase diskon pertama.
-
Jika menggunakan diskon bertingkat, masukkan persentase
diskon kedua. - Klik tombol Hitung Diskon.
-
Kalkulator akan menampilkan harga setelah diskon,
jumlah uang yang dihemat, dan diskon efektif.
Cara Menghitung Diskon Tunggal
Pada diskon tunggal, jumlah potongan dihitung dari harga awal.
Jumlah diskon =
Harga awal × Persentase diskon ÷ 100
Harga setelah diskon =
Harga awal − Jumlah diskon
Contoh Perhitungan Diskon 20%
Harga awal: Rp100.000
Diskon: 20%
Jumlah potongan:
Rp100.000 × 20% = Rp20.000
Harga setelah diskon:
Rp100.000 − Rp20.000 = Rp80.000
Jadi, Anda menghemat Rp20.000.
Apa Itu Diskon Bertingkat atau X + Y?
Diskon bertingkat adalah dua potongan harga yang diberikan
secara berurutan. Misalnya, sebuah produk mendapat diskon
20% + 15%.
Hal penting yang perlu dipahami adalah diskon kedua
tidak dihitung dari harga awal.
Diskon kedua dihitung dari harga setelah diskon pertama.
Harga awal:
Rp100.000
Diskon pertama 20%:
−Rp20.000
Harga setelah diskon pertama:
Rp80.000
Diskon kedua 15% dari Rp80.000:
−Rp12.000
Harga akhir:
Rp68.000
Total hemat:
Rp32.000
Diskon efektif:
32%
Mengapa Diskon 20% + 15% Bukan 35%?
Banyak orang mengira diskon 20% + 15% berarti mendapatkan
diskon langsung sebesar 35%. Padahal, pada diskon bertingkat,
diskon kedua dihitung berdasarkan harga yang sudah dikurangi
oleh diskon pertama.
Dengan harga awal Rp100.000, diskon pertama 20% menghasilkan
harga Rp80.000. Kemudian diskon kedua 15% dihitung dari
Rp80.000, bukan dari Rp100.000.
Hasil akhirnya adalah Rp68.000. Artinya total penghematan
adalah Rp32.000 atau diskon efektif 32%.
Rumus Diskon Bertingkat
Untuk dua diskon bertingkat, harga akhir dapat dihitung
secara berurutan:
Harga setelah diskon pertama =
Harga awal × (1 − Diskon pertama ÷ 100)
Harga akhir =
Harga setelah diskon pertama ×
(1 − Diskon kedua ÷ 100)
Kalkulator Diskon PHK melakukan kedua perhitungan tersebut
secara otomatis.
FAQ Kalkulator Diskon
Bagaimana cara menghitung harga setelah diskon?
Kalikan harga awal dengan persentase diskon untuk
mendapatkan jumlah potongan, kemudian kurangi harga
awal dengan jumlah potongan tersebut.
Berapa harga Rp100.000 setelah diskon 20%?
Diskon 20% dari Rp100.000 adalah Rp20.000.
Jadi harga setelah diskon adalah Rp80.000.
Apakah diskon 20% + 15% sama dengan diskon 35%?
Tidak. Diskon kedua dihitung dari harga setelah diskon
pertama. Diskon 20% + 15% menghasilkan diskon efektif
sebesar 32%, bukan 35%.
Apa yang dimaksud diskon bertingkat?
Diskon bertingkat adalah dua atau lebih potongan harga
yang diterapkan secara berurutan. Setiap diskon berikutnya
dihitung dari harga setelah diskon sebelumnya.
Apakah Kalkulator Diskon PHK gratis digunakan?
Ya. Kalkulator Diskon Produk Hemat Kita dapat digunakan
secara gratis untuk menghitung harga setelah diskon.